Kamis, 24 April 2008

Siapakah Harun Yahya?

Harun Yahya adalah nama pena Adnan Oktar yang lahir di Ankara pada tahun 1956. Sebagai seorang da'i dan ilmuwan terkemuka asal Turki, beliau sangat menjunjung tinggi nilai akhlaq dan mengabdikan hidupnya untuk mendakwahkan ajaran agama kepada masyarakat. Adnan Oktar memulai perjuangan intelektualnya pada tahun 1979, yakni ketika menuntut ilmu di Akademi Seni, Universitas Mimar Sinan. Selama berada di universitas tersebut, beliau melakukan pengkajian yang mendalam tentang berbagai filsafat dan ideologi materialistik yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat sekitar. Hal ini menjadikan beliau lebih tahu dan paham dibandingkan dengan para pendukung filsafat atau ideologi itu sendiri. Berbekal informasi dan pengetahuan yang mendalam ini, beliau menulis berbagai buku tentang bahaya Darwinisme dan teori evolusi, yang merupakan ancaman terhadap nilai-nilai akhlaq, terhadap dunia; serta buku tentang keruntuhan teori ini oleh ilmu pengetahuan. Majalah ilmiah populer terkenal New Scientist edisi 22 April 2000 menjuluki Adnan Oktar sebagai "pahlawan dunia" yang telah membongkar kebohongan teori evolusi dan mengemukakan fakta adanya penciptaan. Penulis juga telah menghasilkan berbagai karya tentang Zionisme dan Freemasonry, serta ratusan buku yang mengulas masalah akhlaq dalam Al-Qur'an dan bahasan-bahasan lain yang berhubungan dengan akidah.
Nama pena Harun Yahya berasal dari dua nama Nabi: "Harun" (Aaron) dan "Yahya" (John) untuk mengenang perjuangan dua orang Nabi tersebut melawan kekufuran.
Buku-buku karya pengarang: 'Tangan Rahasia' di Bosnia, Kebohongan Holocaust, Di Balik Tirai Terorisme, Kartu-Kurdi Israel, Strategi Nasional bagi Turki, Moral Qur'ani: Solusi, Permusuhan Darwin Terhadap Bangsa Turki, Bencana Kemanusiaan Akibat Ulah Darwinisme, Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Nabi Musa, Zaman Keemasan, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Kebesaran Allah di Setiap Sudut Alam Semesta, Hakikat Kehidupan Dunia, Pengakuan Kaum Evolusionis, Kekeliruan Kaum Evolusionis, Sihir Darwinisme, Agama Darwinisme, Al-Qur'an Menuntun Kepada Ilmu Pengetahuan, Asal Usul Kehidupan yang Sesungguhnya, Penciptaan Alam Semesta, Keajaiban Al-Qur'an, Desain Pada Alam, Perilaku Pengorbanan Diri dan Kecerdasan Pada Dunia Hewan, Keabadian Telah Berlangsung, Anakku Darwin Telah Berbohong!, Berakhirnya Darwinisme, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Keabadian dan Hakikat Takdir, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Misteri DNA, Keajaiban Atom, Keajaiban Sel, Keajaiban Sistem Kekebalan, Keajaiban Mata, Keajaiban Penciptaan Tumbuhan, Keajaiban Laba-Laba, Keajaiban Semut, Keajaiban Nyamuk, Keajaiban Lebah, Keajaiban Biji, Keajaiban Rayap.
Karya penulis dalam bentuk booklet: Misteri Atom, Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan, Keruntuhan Materialisme, Berakhirnya Materialisme, Kekeliruan Kaum Evolusionis 1, Kekeliruan Kaum Evolusionis 2, Mikrobiologi Meruntuhkan Teori Evolusi, Fakta Penciptaan, 20 Pertanyaan Yang Meruntuhkan Teori Evolusi, Kebohongan Terbesar Dalam Sejarah Biologi: Darwinisme.
Karya-karya pengarang yang berhubungan dengan Al-Qur'an: Pernahkah Anda Berpikir Tentang Kebenaran?, Mengabdi Hanya Kepada Allah, Meninggalkan Masyarakat Jahiliyyah, Surga, Teori Evolusi, Nilai Akhlaq Dalam Al-Qur'an, Ilmu Al-Qur'an, Index Al-Qur'an, Hijrah di Jalan Allah, Sifat Munafiq Dalam Al-Qur'an, Rahasia Orang Munafiq, Nama-Nama Allah Yang Agung, Berdakwah dan Berdebat Dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar Dalam Al-Qur'an, Jawaban-Jawaban Al-Qur'an, Kematian, Kebangkitan dan Neraka, Perjuangan Para Rasul, Syaitan: Musuh Nyata Manusia, Agama Berhala, Agama Kaum Jahiliyyah, Kesombongan Syaitan, Doa Dalam Al-Qur'an, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, Hari Kebangkitan, Jangan Pernah Lupa, Hukum-Hukum Al-Qur'an yang Diabaikan, Karakter Manusia Dalam Masyarakat Jahiliyyah, Pentingnya Sabar Dalam Al-Qur'an, Pengetahuan Umum Dari Al-Qur'an, Memahami Iman dengan Mudah 1-2-3, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Iman Yang Sempurna, Sebelum Anda Menyesal, Perkataan Para Rasul, Kasih Sayang Orang Mukmin, Takut Kepada Allah, Mimpi Buruk Kekafiran, Nabi Isa Akan Datang Kembali, Al-Qur'an Memberi Keindahan Pada Kehidupan, Beragam Keindahan Ciptaan Allah 1-2-3-4, Perbuatan Dosa Bernama: 'Mencela', Rahasia Ujian Kehidupan, Hikmah Yang Benar Menurut Al-Qur'an, Perjuangan Melawan Agama Kaum yang Tidak Beragama, Tarbiyyah Nabi Yusuf, Bersekutu dalam Kebaikan, Fitnah Terhadap Umat Islam Sepanjang Sejarah, Urgensi Mengikuti Perkataan yang Baik, Mengapa Menipu Diri Sendiri?, Islam: Agama Mudah, Kegembiraan dan Keteguhan dalam Al-Qur'an, Melihat Kebaikan pada Segala Hal, Bagaimana Orang Bodoh Menafsirkan Al-Qur'an?, Sejumlah Rahasia Al-Qur'an, Keberanian Orang Mukmin.
Buku-buku berjudul Kebohongan Teori Evolusi, Bangsa-Bangsa Yang Diadzab, Bagi Kaum yang Berpikir, Hakikat Kehidupan Dunia, Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?, Jangan Berpura-Pura Tidak Tahu, Keajaiban Semut, Keagungan Warna Ciptaan Allah, Penciptaan Alam Semesta, Allah Dapat Diketahui Melalui Akal, Nilai Akhlaq dalam Al-Qur'an, Konsep Dasar dalam Al-Qur'an, Pernahkan Anda Berpikir tentang Kebenaran?, Pemikiran Dangkal Kaum Kafir, Urgensi Akal dalam Al-Qur'an, dan Keajaiban DNA telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Keajaiban Semut dan Allah dapat Diketahui Melalui Akal telah diterjemahkan ke dalam bahasa Urdu. Kematian, Kebangkitan dan Neraka telah diterjemahkan ke bahasa Polandia. Bangsa-Bangsa yang Diadzab telah diterjemahkan ke bahasa Portugis, dan telah diterbitkan oleh berbagai penerbitan manca negara.

Banyak karya Harun Yahya yang kini tengah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Itali, Rusia, Spanyol, Arab, Portugis, Albania, Serbo-Kroasia (Bosnia), Polandia, Urdu, Indonesia, Melayu dan Malayalam. Tujuan utama kami adalah untuk menterjemahkan semua buku tersebut ke dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya pada tahun 2001 dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia agar bermanfaat bagi semua orang.
Dalam semua buku karya pengarang yang menggunakan nama pena Harun Yahya ini, semua topik yang disampaikan sangat sesuai dengan ajaran Al-Qur'an. Bahkan topik-topik yang disampaikan melalui bahasa ilmiah, yang kadang dianggap rumit dan membingungkan, diuraikan dengan sangat lugas dan jelas dalam buku-buku Harun Yahya. Tidaklah mengherankan jika buku-buku tersebut menarik semua orang dari segala umur dan lapisan masyarakat.
Buku-buku yang berhubungan dengan keimanan mendakwahkan tentang keberadaan dan keesaan Allah, dan ditulis dengan tujuan utama menyampaikan Islam kepada mereka yang jauh dari agama dan membuka hati mereka agar menerima kebenaran. Bagi pembaca Muslim, buku-buku tersebut berisikan nasehat dan peringatan. Penulis telah menerbitkan karya-karyanya tentang hal-hal pokok yang disebutkan dalam Al-Qur'an agar kaum Muslim dapat meningkatkan ketaqwaan dan kemampuan berpikir mereka secara mendalam.

Selamat datang di Blogku


Assalamu alaikum wr. wb.
Selamat datang di Blogku yang sederhana ini.

Sekarang juga sudah bisa diakses melalui
http://leodaru.co.nr/

Terima kasih atas kunjungan anda

Mengganti Google dengan

Siapa yang tak kenal dengan Google, mesin pencari populer dengan latar halaman bernuansa putih sederhana plus logo "Google" di atas kotak mesin carinya.
Jika Anda bosan dengan tampilan logo tersebut, Anda bisa membuat halaman seperti Google dengan nama Anda. Caranya sangat mudah. Cukup klik-klik saja logo dan style yang diinginkan, dalam sekejap Anda akan bisa memiliki halaman mesin cari seperti Google dengan nama Anda. Simak langkahnya:
Buka situs http://www.funnylogo.info
Masukan nama yang Anda inginkan pada situs tersebut.
Tentukan style tulisan yang diinginkan, misal: Google Style.
Klik "Create My Search Engine".
Setelah itu akan muncul tampilan "Situs Google" dengan logo yang kita inginkan.


Untuk membuat tampilan tersebut menjadi halaman default ketika Anda membuka browser, copy alamat yang tertera pada Address.Untuk Browser Internet Explorer (IE):
  1. Klik menu Tools - Internet Options
  2. Pilih tab General, lalu ubah field Home Page dengan alamat tersebut.

Untuk Browser Mozila:
  1. Klik menu Tools - Options
  2. Pilih tab Main, lalu ubah field Home Page dengan alamat tersebut.
  3. Pada field When Firefox starts, pilih settingan Show my home page, lalu klik OK.

Setelah semua langkah dilakukan, Anda bisa mencoba membuka browser dan melihat hasilnya.

sumber:
http://meucuca.blogspot.com/2008/04/ganti-google-dengan-nama-anda.html

Jumat, 14 Maret 2008

Urgensi Tarbiyah

Dalam kitab Thariqud-Da'wah; bainal ashalah wal inhiraf, Syekh Musthafa Masyhur mengatakan, "Pribadi muslim adalah batu bata asasi dalam al-bina' (pembinaan), baik pembinaan al-bait al-muslim (keluarga muslim), atau al-mujtama' al-muslim (masyarakat muslim), atau al-hukumah al-muslimah, dan ad-daulah. Sesuai dengan kadar yang diterima oleh pribadi dalam hal tarbiyah, sesuai itu pula kekokohan bina' (bangunan)-nya.
Aqidah dan iman yang kuat adalah asas bina' syakhshiyyatul fardi al-muslim (asas pembentukan pribadi muslim), karenanya, taqshir (keteledoran) di bidang tarbiyah terhitung sebagai kelemahan dalam al-asas, dan menghadapkan bangunan kepada keambrukan, cepat atau lambat.
Tidak memberikan ihtimam (perhatian) yang layak kepada tarbiyah juga akan berdampak kepada menurunnya mustawal afrad, sehingga tidak meluluskan afrad 'alal mustawal mas-uliyah wa tahammuli amanaatil 'amal (pribadi-pribadi yang tidak selevel dengan tingkat tanggung jawab dan daya tahan dalam memikul berbagai amanah 'amal), dimana seharusnya mereka meringankan beban-beban dakwah, malahan menimbulkan berbagai musykilah dan khilafat (problematika, masalah, dan pertentangan-pertentangan), dan jadilah mereka itu beban dan penyibuk yang merugikan 'amal, produktifitas, dan da'wah.
Tarbiyah mempunyai pengaruh yang sangat panjang sepanjang hari-hari yang ada, dan juga dalam menghadapi berbagai peristiwa serta memenuhi mutathallabil 'amal (tuntutan-tuntutan amal) di atas jalan da'wah, baik saat terjadi mihnah (cobaan) dan menghadapi tipu daya musuh, atau saat muncul tuntutan jihad, tadh-hiyah (pengorbanan) dan tugas-tugas lainnya.
Sangat penting juga untuk dijelaskan bahwa tidak shahih tarbiyah hanya terbatas pada mubtadi-in (pemula) yang tidak berlaku lagi bagi al-mutaqaddimin (para senior), akan tetapi, tarbiyah harus istimrar terus menerus, dan untuk berbagai level serta berbagai tangga senioritas, sebab, tidak ada seorang pun kecuali membutuhkan zad (bekal) dan tadzkiri (pengingatan). (Musthafa Masyhur dalam Min Fiqhid-Dawah, Dar At-Tauzi' wa An-Nasyr Al-Islamiyah, 1415 H – 1995 M, jilid 1 halaman 187).
Selanjutnya, beliau menjelaskan tentang asbab ihmal at-tarbiyah (sebab-sebab diabaikannya tarbiyah). Dalam bab ini beliau menjelaskan bahwa asbab ihmal at-tarbiyah adalah :
1. Dominannya aspek siyasah dalam harakah atas aspek tarbiyah. Dampaknya waktu-waktu yang terjebak pada syakliyyat (aspek-aspek formal), munaqasyat (diskusi-diskusi), dan lain-lain.
2. 'Adam i'dad murabbiin yastau'ibuunal qadimin (tidak menyiapkan murabbi-murabbi baru yang sanggup meng-isti'ab (membina) pendatang-pendatang baru, dari sinilah mustawa tarbiyah turun. Demikian juga karena adanya ihtimam az-zaidi (perhatian berlebih) terhadap nasyr ad-da'wah (penyebaran da'wah) yang berdampak kepada banyaknya pendatang baru tanpa diimbangi oleh daya dukung untuk meng-isti'ab mereka dengan tarbiyah. Karenanya, menjadi sebuah keharusan untuk ihtimam bi i'dad murabbi'in (perhatian dalam menyiapkan para murabbi) dan menselaraskan antara nasy ad-da'wah dan tarbiyah, maksudnya, antara marhalah ta'rif (level pengenalan) dan marhalah takwin (pembentukan).
3. Berubahnya khalaqah menjadi fashlin tsaqafi thak yang sekedar ma'rifah (tahu) dan tahshil (dapat pelajaran), padahal seharusnya ia menjadi bautaqah lish-shaqli (bingkai tempat dituangkannya bahan baku), takwin (pembentukan), dan taqwimul akhlaq (pelurusan akhlaq). Atau secara umum, inhiraf (pengabaian) dalam hal ini adalah tafrigh wasa-il at-tarbiyah min jauhariha (pengosongan sarana-sarana tarbiyah dari mutiara intinya), sehingga sarana-sarana itu hanya mazh-har (tampilan luar) semata, baik dia itu khalaqah, atau ta'lim.
4. Tersibukkan oleh bidang-bidang kegiatan tertentu, karena situasi dan kondisi yang muncul sehingga menyebabkan terabaikannya tarbiyah. Tidak shahih (benar) kalau sampai ada sesuatu hal yang menyebabkan ditinggalkannya tarbiyah karena kesibukan mengurusi sesuatu, apapun dia, termasuk jihad dan memerangi musuh, bahkan, tarbiyah dalam situasi dan kondisi yang sangat sulit dan genting itu justru menjadi urusan yang paling harus, sebab, unsur iman adalah sebab yang paling harus untuk dipenuhi dalam rangka mendapatkan ta'yid (dukungan), 'aun (pertolongan), dan nashr (kemenangan) dari Allah SWT.
Dalam buku tersebut, Syekh Musthafa Masyhur juga menyebutkan berbagai bentuk inhiraf (penyimpangan), di antaranya adalah :
1. Qillatul 'ilm (sedikit ilmu).
2. Al-Ihtimam bil mazh-har dunal jauhar, wa taghlibul jidal wan-niqasy 'alal 'amal (perhatian hanya kepada aspek tampilan yang melupakan mutiara isinya dan dominasi debat dan diskusi yang mengalahkan amal).
3. Al-Irtijal wa 'adamut-takhthith (asal jalan dan tidak ada perencanaan).
Tarbiyah dzatiyah adalah berbagai jenis program, aktifitas, dan kegiatan yang dilakukan oleh peserta tarbiyah secara mandiri dalam rangka meningkatkan kualitas dirinya, baik pada sisi aqidah imaniyah, ibadah sya'airiyah, khuluqiyah adabiyah, nafsiyah, ilmiah tsaqafiyah, jasadiyah, iqtishadiyah, mihariyah, maupun ijtima'iyah. Dari definisi ini dapat diketahui bahwa tarbiyah dzatiyah mencakup berbagai aspek, yaitu :
1. Aqidiyah imaniyah. Maksudnya adalah program-program, dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kualitas aqidah imaniyah dirinya.
2. Ibadah sya'airiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah-ibadah ritualnya.
3. Khuluqiyah adabiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela serta menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji.
4. Nafsiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka memperkokoh kejiwaannya agar sesuai dengan kehendak Allah SWT.
5. Ilmiah tsaqafiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka ilmu pengetahuan dan wawasannya.
6. Jasadiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menjaga dan memelihara kesehatan jasmani dan tubuhnya serta menyiapkannya untuk menjadi pendukung da'wah.
7. Iqtishadiyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka melatih dirinya agar berpenghasilan dan tidak menjadi beban bagi sesamanya.
8. Mihariyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menumbuhkan, menjaga, mengarahkan, dan meningkatkan bakat, kecenderungan, dan modal-modal dasarnya.
9. Ijtima'iyah. Maksudnya adalah program-program dan kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan untuk dilakukan oleh peserta tarbiyah dalam rangka menumbuhkan, menjaga, memelihara, mengarahkan, dan meningkatkan syakhshiyyah ijtima'iyah (kemasyarakatan, keorganisasian, kebersamaan) yang ada pada dirinya.
Wallahu a'lam...
Penulis : Nurfadhilla

Kebahagiaan Tak Selalu Lewat Penderitaan

Ada orang yang berkata bahwa pengalaman dan penderitaan hidup itu paling penting di dalam menuju bahagia. Tetapi kita berpendapat lain. Kalau hanya dengan pengalaman saja, tentu umur akan habis habis, sebab pengalaman itu kian hari kian ganjil, pengalaman kemarin tidak ada lagi, begitupun nanti. Usiapun habislah sebelum pengalaman penuh, rahmat dan ketentraman tentu tidak akan terdapat, sehingga bahagianya hanya jadi kenangan saja.

Tidaklah mesti seorang saudagar menempuh rugi dahulu, baru dia tahu rahasia keuntungan kelak. Itu terlalu jauh.!

Tidaklah mesti seorang nakhoda mengkaramkan kapalnya yang pertama lebih dahulu, baru dia tahu rahasia pelayaran. Ya, kalau si saudagar masih panjang umur dan si nakhoda masih bisa hidup ! Kalau tidak arang habis besi binasa, tukang menghembus payah saja.

Kalau hanya sekolah dengan pengalaman saja, uang sekolah dibayar terlalu mahal dan belum tentu akan lulus ujian. Apalagi sekolah kehidupan tidak dapat ditentukan bila tamat kelasnya, putik kelapa jatuh juga, yang mudapun jatuh dan yang tua lebih lagi, masanya tidak dapat ditentukan.

Meskipun kita akui pengaruh pengalaman, tetapi bukanlah itu yang terpenting, pengalaman adalah sebagai langkah yang pertama. Adapun pelajaran hidup yang kedua ialah memperhatikan alam. Alam adalah laksana sebuah kitab besar yang terhampar di muka kita, didalamnya tertulis perjuangan hayat yang telah ditempuh lebih dahulu oleh orang lain. Disitu dapat kita tilik bagaimana orang lain telah naik, telah mujur dan bahagia, dan dapat pula kita lihat mereka jatuh, tersungkur, ada yang tak bangun lagi, ada yang menyesal selama-lamanya. Kita dengar pekik orang yang kesakitan, maka kita tanyakan kepadanya apa sebab dia jatuh, setelah itu kita tidak tahu lagi dijalan yang pernah dilaluinya. Semuanya itu kita pelajari dengan seksama dari kitab yang terbentang itu. Itulah dia rahasia perkataan raja dari segala pujangga dunia, Nabi Muhammad SAW mengambil i’tibar dari kejadian orang lain itu adalah jalan beroleh bahagia.

Didalam medan hidup, adalah beberapa undang-undang yang harus dijaga dan diperhatikan. Ada yang berhubung dengan kesehatan tubuh, dengan keberesan akal dan yang berhubung dengan kemuliaan budi. Disamping itu pula yang tertentu untuk menjaga kemenangan dan kebahagiaan. Semua pokok undang-undang yang mesti dijalankan itu adalah buah perjalanan hidup manusia sejak dunia terkembang, ditambah, diperbaru, menurut giliran zaman dan waktu, dengan pimpinan dari alam gaib. Kalau segala peraturan itu dijaga, dipelajari dan dijalankan, hiduplah manusia dalam hikmat Tuhan, dianugerahkan-Nya, dan barangsiapa yang beroleh nikmat itu berarti dia telah mendapat perolehan yang amat banyak.

Cobalah perhatikan seorang putri rupawan yang halus budi sedang asyik memelihar bunga. Dipetiknya bunga itu dari kebun dan dipindahkannya ke atas mejanya. Ditukarnya air bunga itu setiap pagi dan sore, dipelihara, dicium dan dipandangnya dengan pandang berahi dan cinta, sampai bunga itu layu, kelopaknya jatuh dan tiap-tiap lembaran kembang itu lurut sehelai demi sehelai.

Maka alam ini adalah laksana kebun bunga itu, bunga-bunga yang ada didalamnya ialah perjalanan kehidupan manusia. Kita cium setiap hari untuk menjadi keuntungan diri, yang busuk kita jauhi, durinya kita awasi, baunya dicium juga. Dari sebab memetik bunga dan menghindarkan durinya itu, kita merasai lezat cinta tenteram.

Pulanglah kapal dari Mekkah, penuh muatan orang haji, awas-awas adik melangkah, memetik bunga dalam duri

Jika pandai meniti buih, selamat badan ke seberang

Mana Lebih Baik, Diberi Musibah dan Bersabar Atau Diberi Nikmat dan Bersyukur

Tak ada orang yang senang mendapatkan bencana. Rasulullah sendiri kerap berdo'a "Ya Allah perbaikilah bagiku urusan agamaku karena ia merupakan penjaga segala urusanku. Dan perbaikilah bagiku urusan duniaku karena di dalamnya penghidupanku, dan perbaikilah bagiku urusan akhiratku karena kesanalah tempat aku kembali. Jadilkanlah hidup di dunia ini tambahan bagiku dalam segala kebaikan. Dan jadikanlah kematian itu sebagai peristirahatan bagiku dari segala keburukan." (HR. Turmudzi)

Ada juga sebagian sahabat Rasulullah yang mempunyai pandangan keliru. Mereka menganggap bahwa dengan sengaja menjerumuskan diri dalam bencana itu merupakan kafarat (pembersih) dosa-dosa yang mereka lakukan. Rasulullah saw menjelaskan kepada mereka bahwa persoalannya tidak seperti itu.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah mengunjungi seorang lelaki muslim yang sedang sakit. Orang itu dalam keadaan kurus dan lemah tak berdaya bagaikan anak burung yang baru ditetaskan. Rasul bertanya kepada orang itu: "Apakah engkau dulu pernah berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a?" Orang itu menjawab: "Ya, saya dulu berdo'a dengan mengatakan, "Ya Allah janganlah Engkau siksa aku di akhirat karena dosa-dosa yang telah kuperbuat. Jika engkau menyiksaku juga maka jadikanlah siksaan-Mu itu di dunia saja..."

Mendengar jawaban orang tersebut, Rasulullah berkata, "Subhanallah, engkau tidak akan sanggup menerimanya. Tidakkah lebih baik kalau engkau berdo'a : "Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka.!" (HR. Muslim)

Kemudian orang itu menuruti anjuran Nabi tersebut, dan akhirnya ia disembuhkan oleh Allah swt dari penyakit.

Karena itulah, Muthraf bin Abdullah mengatakan, "Diberikan kesejahteraan lalu aku bersyukur lebih aku sukai daripada diberi bencana lalu aku bersabar. Sebab posisi kesejahteraan itu lebih dekat pada keselamatan. Karena itulah aku memilih syukur daripada sabar, sebab sabar itu keadaan orang-orang yang kena musibah."

Kita semua tentu ingin menjadi hamba yang mendapat curahan kebaikan, bukan hamba yang selalu mendapat cobaan. Tapi apakah hari-hari yang kita lalui akan memberi semua apa yang kita harapkan? Alangkah banyaknyan topan berhembus kepada kita dan memenuhi langit dengan awan yang gelap. Betapa banyak orang dihadapkan pada apa yang tidak ia sukai dan terhalang dari apa yang ia inginkan?

Dalam situasi seperti inilah dibutuhkan kesabaran yang dapat merngusir rasa cemas. "Pasrah pada Allah termasuk adab jiwa. Ia dapat mengusir berbagai tekanan jiwa," ujar Muhammad Ghazali dalam kitab "Jaddid Hayatak."

Rasulullah saw. bersabda, "Ridhalah dengan pembagian Allah untukmu, engkau akan menjadi manusia yang paling kaya." (HR. Ahmad)

sumber : Eramuslim

Kelompok angsa terbang membentuk formasi huruf "V"

Allah Maha Besar
Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka saat musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah mengapa rombongan angsa terbang dengan formasi bentuk huruf "V" ?.

Fakta (1) :
Kepakan sayap angsa di depan, memberi "daya dukung" bagi angsa di belakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus 'air wall' di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih Jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbang sendiri-sendiri.


Pelajaran (1) :
Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam perserikatan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ?. Sudah seharusnya !. Karena angsa saja bisa !

Fakta (2) :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.

Pelajaran (2) :
Kalau kita memiliki cukup logika umum, kita akan tetap berada dalam perserikatan bersama partner lain dan pengelolanya. Kita membuka diri untuk menerima dan memberi bantuan dari dan kepada partner lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama dalam perserikatan yang akan menjadi milik kita bersama.

Fakta (3) :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran (3) :
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Kita yakin potensi semua partner. Tapi, manusia saling bergantung satu sama lain dalam pengetahuan, keterampilan, kemauan, kapasitas, karunia lain yang unik, serta talenta atau sumber daya lainnya.


Fakta (4) :
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran (4) :
Kita harus memastikan bahwa ucapan kita akan memberi dukungan kekuatan, bukan melemahkan. Semua partner dalam perserikatan akan saling memperkuat, sehingga hasil yang dicapai akan menjadi lebih besar. Dukungan dalam satu kesatuan hati dilandasi nilai-nilai luhur adalah kualitas suara dan ucapan partner yang diharapkan bersama oleh semua partner dalam perserikatan .

Fakta (5) :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran (5) :
Kalau saja kita berperasaan seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama partner yang berada dalam kesulitan, seperti ketika segalanya baik, dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat bangkit kembali.